Bismilahirrohmannirrohim

Semoga selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat

Kamis, 15 September 2011

Dharma Center Tidak Mencari Umat


Dharma Center Tidak Mencari Umat
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian XI : Wisnu Prakasa")

Banyaknya umat yang menanyakan mengapa pembimbing Dharma Center ini tidak giat tidak mengajak para mahluk lain untuk bergabung membina Dharma seperti lainnya. Saya selalu menjawab dengan singkat bahwa :"Ajaran Guru dan Master lainnya sudah sangat baik, sangat tidak baik bila saya berbuat demikian. Dan ini akhirnya, akan membingungkan umat sendiri."
Rupanya jawaban saya yang demikian tidak dapat dipahami mereka. Sehingga ada seorang umat yang langsung berdiri, dan dengan tegas berkata, "Tetapi bukankah kita semua berhak untuk mendapat bimbingan dari Dharma Center. Kami merasa bahwa ajaran dari Dharma Center sangat berharga, dan sangat disayangkan bila umat lain tidak mendapatkan bimbingan dari Dharma Center ini."
Saya hanya dapat berkata kepadanya, "Semua ajaran Dharma adalah satu tujuan. Tidak ada yang lebih baik dan lebih hebat satu dengan lainnya, semua tergantung pembinaan diri kalian masing-masing. Saya hanya menuntun, demikian pula Guru dan Master lainnya."
Tampaknya jawaban saya ini tidak begitu memuaskan para umat. Walaupun saya telah mengatakan yang sebenarnya, tetapi tetap saja saya banyak mendengar ada yang menyangka dan menduga bahwa saya dari dahulu tetap saja merahasiakan ajaran-ajaran Dharma Mulia.
Saya katakan sekali lagi bahwa :"Seluruh ajaran Dharma Mulia tidak ada yang dirahasiakan, semua tergantung dari karma dan jodoh masing-masing. Bila para mahluk mempunyai karma dan jodoh, saya sendiri juga tidak mungkin dapat menolaknya. Kerahasian yang dimaksud dalam ajaran Bunda Mulia agar ajaran ini para mahluk yang benar-benar telah siap menerima ajaran untuk membina kehidupan"
Tetapi tetap saja, masih banyak yang tidak puas dengan penjelasan saya yang demikian.
Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan lagi dengan singkat apa yang saya maksudkan. Biarkan semua tergantung karma dan jodoh masing-masing. Sejak lampau hingga sekarang, telah banyak sekali Guru Besar dan Master yang telah memutar Roda Dharma dan membantu para mahluk dalam pembinaan ajaran Dharma.
Berkat welas asih, usaha dan jerih payah dari para Guru Besar dan Master, yang sangat Mulia.
Saya benar-benar sangat berterima-kasih kepada para Master dan Guru Besar Spiritual, sehingga tugas Dharma Center Bunda Mulia menjadi sangat ringan, dan saya dapat lebih memfokuskan diri pada pembinaan spiritual saya.

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

Doa bersama ustads danu


Doa Bersama Ustadz Mas Danu
Marilah kita berdoa kepada Allah Ta'ala
Bismilahirohman nirohim, Alhamdulillah hirobil alamin
Alllahumasholiala muhamad waala alihi ajumain
Ya Allah ya Azis
Engkaulah yang menciptakan kami dengan kesempurnaan yang amat sempurna ya Allah
Engkaluah yang menciptakan semua makhluk yang ada di bumi dan di langit ya Allah
Dan Engkaulah yang mengatur semuanya agar tertib, sesuai dengan sunnat Mu ya Allah

Ya Allah ya Ghofar
Engkaulah yang maha pengampun atas kesalahan-kesalahan kami umatmu ya Allah
Ya Allah, ampunilah kesalahan dan dosa yang kami lakukan dari sejak kami akhil baligh hingga saat ini ya Allah
Ya Allah, Ampunilah dosa yang kami lakukan mulai dari dosa yang kecil hingga dosa yang cukup besar ya Allah
Ya Allah, ampunilah kesalahan dan dosa yang kami lakukan kepada istri kami ya Allah yang seering kami berbuat dholim ya Allah, yang sering kami berbuat kasar ya Allah

Ampunilah kesalahan yang kami lakukan kepada suami kami ya allah
yang sering sekali kami merendahkan kepada suami kami ya allah
dan tidak puas atas rejeki yang diberikan atas suami kami ya allah

Ampunilah dosa yang kami lakukan kepada anak-anak kami ya Allah
Ampunilah kesalahan dan dosa yang kami lakukan kepada sodara-sodara kami, kepada teman-teman kami, kepada umatMu dan makhluk yang engkau ciptakan di muka bumi ini ya Allah.

Dan ampunilah dosa kami ya Ghofar
dosa yang cukup besar, dosa yang kami lakukan kepada ibu dan ayah kami ya Allah Ampunilah dosa yang kami kepada ibu dan ayah kami

Ya alllah ampunilah dosa yuag dilakukan





sehingga engkau beri peringatan berupa sakit kepada tubuh kami ya Allah
Dan kami mohon ampunan kepadaMu ya Ghofar,
Ampunilah kesalahan dan dosa-dosa kami ya Allah
Dan kami mohon engkau memberi kesembuhan kepada kami ya Salam, Agar kami lebih sujud kepadamu ya Allah
dan jika diantara anak-anak kami ada yang sakit ya Allah
Karena kesalahan dan dosa-dosa kami orang tuanya ya Allah
ampuni dosa-dosa kami ya Ghofar


dan kami mohon kesembuhan kepadamu ya allah
agar kami sekeluarga bisa lebih sujud kepadamu ya allah
jauhkan kami dari kemarahan jauhkan kami dari emosional kami ya allah
dekatkanlah kami dengan kesabaranmu ya allah
dekatkanlah kami dengan kesabaranmu ya allah
dekatkanlah kami dengan orang orang yang sholeh ya allah
jauhkanlah kami dari azabmu di muka bumi ini ya allah
Jauhkan kami nantinya di alam kubur ya allah
dan jauhkan kami dari siksa pedihmu di akhirat kelak ya Allah
Ya allah
Jadikanlah keluarga kami keluarga yang sakinah mwadah warohmah ya allah
ya allah ya rozak
mudahkanlah kami dalam mencari rejeki di muka bumi ini ya allah
agar hati kami tenang ya allah agar hati kami tenang


Kaisar dan Benih


Dokter Sudarmono 03 Februari jam 3:57 BalasLaporkan
Kaisar dan Benih


Ini adalah salah satu kisah inspirasional tentang integritas (kejujuran)

Pernah ada seorang kaisar di Timur Jauh yang sudah tua dan tahu sudah datang waktunya untuk memilih penggantinya. Ia tidak memilih dari salah seorang asistennya atau salah satu dari anak-anaknya sendiri, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda.

Ia memanggil semua pemuda di dalam kerajaan bersama-sama dalam satu hari. Dia berkata, "Ini telah datang waktunya bagi saya untuk turun dan memilih kaisar berikutnya. Saya telah memutuskan untuk memilih salah satu dari kalian." Anak-anak terkejut! Tetapi, sang kaisar melanjutkan. "Aku akan memberikan masing-masing dari kalian sebuah biji hari ini. Satu benih. Ini adalah benih yang sangat istimewa. Aku ingin kau pulang, menanam benih, disiram dan kembali ke sini satu tahun dari hari ini dengan apa yang Anda telah tumbuhkan dari satu biji ini. Aku akan menilai tanaman yang Anda berikan untuk saya, dan yang terbaik saya pilih dan akan menjadi kaisar kerajaan berikutnya! "

Ada seorang anak laki-laki yang bernama Ling berada di sana pada hari itu dan ia, seperti yang lain, menerima benih. Ia pulang ke rumah dan kepada ibunya dengan penuh semangat menceritakan keseluruhan cerita. Dia membantunya mendapatkan panci dan tanah penyemaian, lalu ia menanam benih dan menyiramny dengan hati-hati. Setiap hari ia menyirami itu dan memeriksa untuk melihat apakah telah tumbuh.

Setelah sekitar tiga minggu, beberapa pemuda lainnya mulai berbicara tentang bibit dan tanaman yang sudah mulai tumbuh. Ling terus pulang dan memeriksa benihnya, tapi tidak pernah tumbuh. Tiga minggu, empat minggu, lima minggu berlalu. Masih belum apa-apa.

Setiap saat orang lain selalu membicarakan tanaman mereka, namun Ling tidak punya tanaman, dan ia merasa gagal. Enam bulan berlalu, masiyang ada hanya pot. Dia hanya tahu bahwa ia telah membunuh benih. Orang lain pohon-pohon dan tanamannya tinggi, tapi dia punya apa-apa. Ling tidak berkata apa-apa kepada teman-temannya, namun. Dia hanya terus menunggu benih untuk tumbuh.
Setahun akhirnya berlalu dan semua pemuda dari kerajaan membawa tanaman mereka kepada kaisar untuk diperiksa. Ling mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak akan membawa pot kosong. Tapi dia mendorongnya untuk pergi, dan untuk membawa poti, dan harus jujur tentang apa yang terjadi. Ling merasa malu, tapi ia tahu ibunya benar. Ia membawa potnya yang kosong ke istana.

Ketika Ling tiba, ia kagum melihat berbagai jenis tanaman tumbuh milik sluruh pemuda lain. Semua tanaman indah, dalam segala bentuk dan ukuran. Ling menaruh potnya yang kosong di lantai dan banyak pemuda lain menertawakannya. Beberapa pemuda menyindir kepadanya dan berkata, "Hei coba lihat ,bagus."

Ketika kaisar tiba, ia mengamati ruangan dan menyapa orang-orang muda. Ling hanya mencoba untuk bersembunyi di belakang. "Wah, tanamannya sudah besar, pohon-pohon dan bunga Anda telah tumbuh," kata sang kaisar. "Hari ini, salah satu dari kalian akan ditunjuk kaisar berikutnya!"

Tiba-tiba, sang kaisar melihat Ling di belakang ruangan dengan potnya yang kosong. Ia memerintahkan para penjaga untuk membawanya ke depan. Ling ketakutan. "Kaisar tahu aku gagal! Mungkin dia akan membunuhku!"

Ketika Ling sampai di depan, Kaisar menanyakan namanya. "Nama saya Ling," jawabnya. Semua anak-anak tertawa dan mengolok-oloknya. Kaisar meminta semua orang tenang. Ia menatap Ling, dan kemudian mengumumkan kepada orang banyak, "Lihatlah kaisar baru Anda! Namanya adalah Ling!" Ling tak mempercayainya. Ling tidak bisa menumbuhkan benihnya. Bagaimana ia bisa menjadi kaisar baru?

Kemudian kaisar berkata, "Satu tahun yang lalu dari hari ini, aku memberi semua orang di sini sebuah benih. Aku bilang Anda untuk mengambil benih, tanaman itu, menyirami, dan membawanya kembali kepadaku hari ini. Tapi aku memberi kalian semua benih yang telah direbus dan tidak akan tumbuh. Kalian semua, kecuali Ling, telah membawa saya tanaman dan pohon-pohon dan bunga. Bila Anda menemukan bahwa benih tidak akan tumbuh, Anda menggantinya dengan benih lain yang kuberikan padamu. Ling adalah satu-satunya dengan keberanian dan kejujuran untuk membawakan pot dengan benih yang saya berikan. Oleh karena itu, ia adalah orang yang akan menjadi kaisar baru! "

============================================
Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi . Yogyakarta: Idea Press. Volume 1. Hal. 159-161. ISBN 978-6028-686-402.

Info buku, silakan klik link (tautan) di bawah ini:

http://www.facebook.com/pages/Mutiara-Kalbu-Sebening-Embun-Pagi/116810518359465
……………………………………………………………………………………
Apabila Bp./ Ibu/ Sdr berminat pesan & dikirimi buku ” Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi” (MKSEP) tersebut, mohon ketik nama , alamat lengkap pengiriman, kode pos, no telp/ hp dan volume buku yg dipesan, selanjutnya balas inbox ini atau sms ke 081392911111. (Harga buku @ Rp 40.000 + biaya pos/ kirim)
============================================

Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi


Dokter Sudarmono 17 Februari jam 6:27 BalasLaporkan
Sangat Mudah

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa? Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

=======================================
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 1 pp. 127-129. ISBN 978-6028-686-402.

Info buku, silakan klik link (tautan) di bawah ini:

http://www.facebook.com/pages/Mutiara-Kalbu-Sebening-Embun-Pagi/116810518359465
……………………………………………………………………………………………….…
Apabila Bp./ Ibu/ Sdr berminat pesan & dikirimi buku ” Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi” (MKSEP) tersebut, mohon ketik nama , alamat lengkap pengiriman, kode pos, no telp/ hp dan volume buku yg dipesan, selanjutnya balas inbox ini atau sms ke 081392911111. (Harga buku @ Rp 40.000 + biaya pos/ kirim)

Nafsu


Nafsu





Penulis : Otto
Keutamaan manusia terletak dalam pengendalian nafsunya. Raja Solaiman berkata:"Mereka yang dapat mengendalikan nafsunya, lebih besar dari seorang pahlawan". Seorang pahlawan atau orang yang terkenal karena melakukan hal hal yang besar belum tentu dapat mengendalikan nafsunya. Nafsu merupakan bagian dari keinginan manusia. Keinginan yang berlebihan biasanya disebut nafsu. Pembunuhan, zinah, penyakit, korupsi, merupakan akibat nafsu. Nafsu amarah merupakan awal dari dendam dan pembunuhan, nafsu sex, merupakan awal dari perzinahan, nafsu makan, merupakan sumber penyakit, dan nafsu akan uang merupakan akar korupsi.
Pada dasarnya nafsu yang ada dalam diri manusia merupakan bagian untuk memenuhi kehidupan. Nafsu makan baik untuk pertumbuhan anak-anak dan orang yang sakit, nafsu sex baik bagi kehidupan rumah tangga yang harmonis, nafsu amarah penting untuk memerangi hal yang tidak adil bagi masyarakat, nafsu akan uang baik supaya giat mencari napkah keluarga.
Nafsu perlu dikuasai oleh manusia, seperti mulut kuda yang dikekang oleh besi. Nafsu yang tidak dapat dikuasai akan menghasilkan akibat-akibat yang negatip. Nafsu amarah yang bergejolak bebas, menghasilkan dendam kesumat dan berakhir pada pembunuhan. Nafsu makan yang gelojoh, menumpuk timbunan lemak dalam darah yang mengakibatkan peredaran darah tidak lancar, dan timbulah berbagai penyakit, jantung, strock, diabetes, dll. Nafsu sex yang tidak terkekang merusak kehidupan seseorang, merusak kehidupan keluarga, dan masyarakat, karena akan ada wanita/pria yang ditinggalkan, anak-anak yang terlantar, dan penyebaran AIDS dimasyarakat. Nafsu akan uang yang serakah, merupakan akar kejahatan. Orang menjadi gila harta dan kedudukan tanpa memikirkan cara mendapatkannya, dengan uang yang berlebih orang dapat membeli wanita, dan bahkan membunuh orang.
Nafsu menguasai manusia sejak manusia jatuh dalam dosa, sampai saat ini jika kita melihat kehidupan sehari-hari dimana banyak terjadi tindakan kriminal, berbagai jenis penyakit, kehidupan kawin-cerai, dan korupsi merajarela, merupakan tanda bahwa manusia telah diperhamba oleh nafsunya. Nafsu yang berlebih merupakan perangkap iblis terhadap manusia, sejak semula iblis menginginkan kerusakan dan kejatuhan manusia. Hawa dibangkitkan keinginannya oleh iblis agar menjadi seperti Tuhan dengan memakan buah larangan. Daud dibangkitkan nafsu sexnya oleh iblis ketika melihat wanita telanjang yang bukan istrinya. Nafsu yang berlebihan merupakan jerat iblis yang harus diwaspadai.
Karena keberadaan manusia yang berdosa dan lemah, manusia tidak dapat mengalahkan nafsunya, ia tidak dapat mengendalikan nafsunya, yang ada adalah pemanjaan nafsu. Sudah berharta cukup, manusia ingin memliki harta yang lebih, nafsunya membangkitkan sifat serakah. Sudah memiliki istri, ingin wanita yang lain, nafsunya mengumbar sex yang taktertahan. Sudah tahu makanan yang sehat untuk tubuh, masih saja memakan makanan yang lezat dan berlemak tinggi karena merasa mampu melakukannya. Nafsunya memanjakan kelezatan makanan sepanjang tenggorokannya yang akan menimbun penyakit dihari tua.
Keutamaan manusia terletak dalam pengendalian nafsunya.Raja Solaiman berkata:"Mereka yang dapat mengendalikan nafsunya, lebih besar dari seorang pahlawan". Seorang pahlawan atau orang yang terkenal karena melakukan hal hal yang besar belum tentu dapat mengendalikan nafsunya. Penyakit Aids menandakan pelepasan nafsu sex yang tak tertahan, Peperangan memanjakan nafsu kekuasaan dengan membunuh banyak orang. Korupsi dimana-mana, menandakan nafsu uang yang tidak terkendali. Dan bila kita pergi ke rumah sakit, banyak yang masuk rumah sakit karena tidak dapat menahan selera makannya mengakibatkan diabetes, jantung, stroke, kanker.
Dapatkah manusia menguasai nafsunya ? jawabanya terletak dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. Sepanjang manusia menyerahkan keinginanya kepada Tuhan, maka manusia akan melahirkan perbuatan-perbuatan Roh, bukan perbuatan-perbuatanya sendiri. Roh senantiasa melahirkan perbuatan-perbuatan yang baik, sabar, mengasihi, damai, sejahtera, yang merupakan sifat-sifat Roh, dan bukan sifat-sifat manusia. Roh akan mengendalikan nafsu kita, bukan iblis, Roh yang akan menunjukkan keinginan yang baik untuk kita lakukan, bukan keinginan yang tak terkendali. Keinginan-keinginan manusia senantiasa melahirkan nafsu-nafsu yang tidak terkendali yang akhirnya merusak. Keinginan-keinginan Roh melahirkan nafsu-nafsu yang membahagiakan manusia

Pengendalian Nafsu


Pengendalian Nafsu

Diposkan oleh Haryo Bagus Handoko
http://cahayamuslim.blogspot.com/2007/07/pengendalian-nafsu.html


Rasa kekecewaan dan kebahagiaan hidup bersumber dari jenis-jenis nafsu yang bersarang dalam diri pribadi masing-masing. Untuk memperoleh kebahagiaan hakiki, manusia harus mampu mengendalikan hawa nafsu jeleknya.
Manusia sering diliputi keresahan, karena keinginan tidak terpenuhi. Pelbagai keinginan muncul karena dorongan kuat aneka nafsu yang melingkupinya. Jika keinginan tidak terpenuhi, timbul rasa gelisah alias tidak tenteram.
Ketenangan adalah kebutuhan hidup manusiawi yang didambakan semua insan. Ketenangan hakiki akan diperoleh seseorang jika ia mampu menaklukkan hawa nafsu dalam dirinya.
Dalam bahasa Arab ketenangan adalah sakinah dan thumaninah, dengan makna yang agak berbeda. Dalam kitabnya, Madarijus Salikin, Ibnu Qayim Al Jauziyah mengatakan :
"Asal kata sakinah ialah thumaninah, yaitu tenang, tetap dan tentram yang Allah turunkan keadaan semacam ini dalam hati hambaNya ketika merasa gelisah karena sangat takut...Maka ia menjadi tidak bingung, tidak bimbang dan tidak ragu setelah itu karena sesuatu yang datang kepadanya dan wajib baginya menambah imannya, keyakinannya dan ketetapan hatinya."
Suasana tenang dapat disebabkan oleh faktor keadaan jiwa dan diri individu sendiri. Oleh karena itu tidak heran jika dalam upaya memenuhi salah satu kebutuhan hidupnya manusia memerlukan benda. Tidak heran juga kalau dikatakan harta benda merupakan salah satu sarana untuk memperoleh ketenangan.
Tapi harta tidak menjamin sepenuhnya memberi rasa tenang, sehingga sering orang punya banyak harta tapi hidupnya diliputi kegelisahan. Bahkan karena banyak harta, orang rusak jasmani dan karena berfoya-foya.
Ketenangan sebenarnya bersifat kejiwaan. Dan harta hanya sarana memperoleh ketenangan itu. Dalam hubungan ini Dr. Hamzah Yakub mengatakan, diantara kenikmatan, ketenangan dan kebahagiaan, ada yang diperoleh karena sikap dan aktivitas batin yang telah menjadi watak dan pribadi seseorang. Misalnya syukur, ikhlas, ridha dan sebagainya. Ada pula yang diperoleh karena perjuangan dan kerja keras misalnya, sabar dan mujahadah melawan hawa nafsu. Serta ada pula yang diperoleh karena melaksanakan prinsip-prinsip akhlak yang diajarkan Rasul SAW dalam hubungan sesama manusia. Dan ada kenikmatan spritual yang diperoleh dalam beribadah seperti, menghayati puasa, khusyu' dalam shalat, dzikir, doa dan istighfar.
Paparan di atas menunjukkan, ketenangan dapat diperoleh dengan bersikap dan aktivitas batin yang baik. Kebahagiaan yang sama dapat diraih pula oleh orang yang berhasil melawan ajakan nafsu yang buruk. Juga dapat dirasakan oleh orang yang baik akhlaknya dan ibadahnya. Orang yang berhasil dalam berjihad melawan nafsu dengan kendali ajaran Allah dan RasulNya, akan hidup tenang dan membawa ketenangan pula kepada lingkungan sosialnya. Karena ia telah memiliki sikap mental yang baik dan suci, berakhlak baik dan mulia serta berhasil baik dalam melakukan dan menghayati tugas ibadah yang diwajibkan kepadanya. Sebaliknya, orang yang terus mengikuti hawa nafsunya akan banyak merasa gelisah. Terkadang menimbulkan bencana bagi dirinya dan orang lain. Orang yang bertakwa kepada Allah akan tetap tenang dalam kebenarannya baik ketika senang maupun sedih. Sekalipun mengalami kegagalan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, ia tidak mengadakan reaksi agresif dan membabi buta, tetapi tetap memberikan reaksi positif, sabar menanti dan rela menerima cobaan dari Allah dan tawakal kepadaNya. Suasana tenang pada diri Mukmin dinyatakan Allah dalam surat Al Ra'du ayat 28-29 : "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram dan tenang. Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik."
Dengan modal iman kepada Allah dan selalu mengingatNya, dimana dan dalam keadaan manapun ia berada, orang akan dapat merasakan ketenangan hakiki. Di akhirat ia akan mendapatkan kebahagiaan dan tempat yang baik sebagai balasan dari Allah atas iman dan amal shalehnya.
Orang mukmin dan takwa yang tetap beramal shaleh dan tidak menuruti kehendak nafsunya, hingga di pintu matinya pun tetap tenang karena amal shaleh yang dikerjakan saat hidupnya membekali dan membuatnya siap menghadapi saat krisis itu.
Karena nafsu mengajak kepada yang jahat, maka perlu ditundukkan. Menundukkannya dinilai sebagai jihad besar. Jihadun nafsi berarti mencurahkan segala usaha, kekuatan dan kemampuan yang penuh kesungguhan dalam memerangi musuh yang ada dalam diri, yaitu kecenderungan yang disebabkan oleh dorongan nafsu yang hendak menjerumuskan manusia. Menangkal godaan setan dan ajakan nafsu tercela sama-sama dipandang sebagai jihad besar. Tetapi jihadun nafsu bisa dipandang lebih baesar dan lebih sulit.
Selain syahwat jasmani seperti keinginan kepada makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan sebagainya yang menjadi obyek nafsu amarah, juga keinginan yang bersifat maknawiyah (psikis dan sosial) seperti perasaan ingin dipuji, mencintai kedudukan, pangka dan status sosial lebih tinggi.
Nafsu amarah dapat membawa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tujuan untuk menandingi lawan dan mencapai status sosial yang lebih tinggi. Jika seorang atau suatu bangsa yang maju ilmu dan teknologinya telah dikuasai oleh nafsu amarah, maka hasil kemajuannya itu akan dijadikan alat untuk kemaslahatan umat manusia. Dalam kitab Al Risalat Al Qusyairiyah, Al Qusyairi mengatakan, nafsu amarah adalah yang mendorong kepada kehancuran, membantu musuh manusia (setan) dan memiliki banyak keburukan.
Keinginan nafsu-nafsu dalam diri manusia, seperti diterangkan para ulama, mempunyai faedah. Misalnya dorongan nafsu seks berfaedah untuk melangsungkan keturunan manusia. Selain itu, menurut Ibnu Qudamah nafsu seks juga berfaedah agar manusia dapat merasakan sebagian kenikmatan akhirat. Supaya besar kerinduannya untuk menikmatinya kembali kelak di akhirat.
Tetapi nafsu seks berupa rangsangan erotik juga menyebabkan terjadinya malapetaka besar jika tidak terkendali. Ia berfaedah ketika tersalur secara benar. Nafsu lawamah sebenarnya nafsu yang baik. Namun tingkatannya berada di bawah nafsu muthmainah. Nafsu ini sering terkalahkan oleh sifat loba, rakus dan sebagainya sehingga menjadi nafsu yang tercela pula.
Dunia materi adalah obyek nafsu lawamah, karena harta benda dapat memenuhi kebutuhan jasmaniah manusia. Nafsu lawamah dapat mendorong orang mencari harta dan harta adalah sesuatu yang dapat membawa kemajuan. Karena orientasinya kepada harta, maka seseorang yang dikuasai oleh nafsu lawamah pandangan hidupnya bersifat materialistik dan mementingkan lahiriyah. Karena keserakahannya, ia tidak pernah puas. Kalau nafsu lawamah ada pada orang kaya, ia tidak mau bersyukur, tidak mau memberi sedekah dan sebagainya. Dan jika ada pada orang miskin, maka orang itu tidak punya kesabaran bahkan cemburu, iri hati dan sebagainya yang dapat menyebabkan ketegangan jiwa. Nafsu serakah juga dapat menyebabkan timbulnya rasa sangat mencintai harta (al hirshu) dan ketamakan. Dan karena sifat inilah maka orang bersifat materialistik dan egois.
Nafsu lawamah dinyatakan dalam surat al Qiyamah ayat 2, artinya: "Dan Aku Allah bersumpah dengan nafsu lawamah."
Nafsu muthmainah adalah nafsu yang tenang dan setia, membimbing manusia hidup berbakti kepada Allah. Jika nafsu ini berada pada orang kaya ia tidak akan tamak dan tidak rakus dengan kekayaannya. Tangannya selalu terulur memberi pertolongan kepada siapa saja. Orang yang bernafsu muthmainah hatinya lunak menerima ajaran Allah dan ibadahnya bertambah-tambah. Bilamana mendapat ujian yang tidak menyenangkan, ia akan menerimanya dengan sabar dan tenang. Dia juga tidak mau hidup senang sendirian dan melupakan masyarakat sekelilingnya yang perlu ditolong. Amal sosialnya banyak, rendah hati dan sebagainya.
Nafsu yang bukan tercela adalah nafsu yang tunduk kepada kehendak Allah. Bukan yang senantiasa mengikuti kehendak nafsu sendiri. Oleh karena itu, menurut Islam nafsu harus dikendalikan menurut cara yang wajar dan benar. Bukan dimatikan atau dilampiaskan sesuka hati. Firman Allah, surat An Nazi'at ayat 40-41 : "Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.

Pernikahan adalah Seperti Sekolah


Dokter Sudarmono 24 Februari jam 9:05 BalasLaporkan
Pernikahan adalah seperti Sekolah


Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuhperhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, "HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia! menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untukmemberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanyabertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu".
............................

Ini untuk : yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah dan yang sedang mencari, khususnya yang sedang mencari.




J I K A ........

Jika kamu memancing ikan.....Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu.....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja.... Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang.... Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja......
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat.....


Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh......cukuplah sekadar keperluanmu.......
Apabila sekali ia retak......tentu sukar untuk kamu menambalnya semula......
Akhirnya ia dibuang......

Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.....

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya.....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa.....
Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.....akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya.....

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi.....yang pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain....
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.
kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan....yang membawa kebaikan kepada dirimu.
Menyayangimu. Mengasihimu.

Mengapa kamu berlengah, coba bandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan.

Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang lain kamu juga akan menyesal.


============================================
Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 1. Hal. 165-168. ISBN 978-6028-686-402.

Info buku, silakan klik link (tautan) di bawah ini:

http://www.facebook.com/pages/Mutiara-Kalbu-Sebening-Embun-Pagi/116810518359465
……………………………………………………………………………………………….…
Apabila Bp./ Ibu/ Sdr berminat pesan & dikirimi buku ” Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi” (MKSEP) tersebut, mohon ketik nama , alamat lengkap pengiriman, kode pos, no telp/ hp dan volume buku yg dipesan, selanjutnya balas inbox ini atau sms ke 081392911111. (Harga buku Rp 40.000 + biaya pos/ kirim)
============================================