Bismilahirrohmannirrohim

Semoga selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat

Kamis, 15 September 2011

Nafsu


Nafsu





Penulis : Otto
Keutamaan manusia terletak dalam pengendalian nafsunya. Raja Solaiman berkata:"Mereka yang dapat mengendalikan nafsunya, lebih besar dari seorang pahlawan". Seorang pahlawan atau orang yang terkenal karena melakukan hal hal yang besar belum tentu dapat mengendalikan nafsunya. Nafsu merupakan bagian dari keinginan manusia. Keinginan yang berlebihan biasanya disebut nafsu. Pembunuhan, zinah, penyakit, korupsi, merupakan akibat nafsu. Nafsu amarah merupakan awal dari dendam dan pembunuhan, nafsu sex, merupakan awal dari perzinahan, nafsu makan, merupakan sumber penyakit, dan nafsu akan uang merupakan akar korupsi.
Pada dasarnya nafsu yang ada dalam diri manusia merupakan bagian untuk memenuhi kehidupan. Nafsu makan baik untuk pertumbuhan anak-anak dan orang yang sakit, nafsu sex baik bagi kehidupan rumah tangga yang harmonis, nafsu amarah penting untuk memerangi hal yang tidak adil bagi masyarakat, nafsu akan uang baik supaya giat mencari napkah keluarga.
Nafsu perlu dikuasai oleh manusia, seperti mulut kuda yang dikekang oleh besi. Nafsu yang tidak dapat dikuasai akan menghasilkan akibat-akibat yang negatip. Nafsu amarah yang bergejolak bebas, menghasilkan dendam kesumat dan berakhir pada pembunuhan. Nafsu makan yang gelojoh, menumpuk timbunan lemak dalam darah yang mengakibatkan peredaran darah tidak lancar, dan timbulah berbagai penyakit, jantung, strock, diabetes, dll. Nafsu sex yang tidak terkekang merusak kehidupan seseorang, merusak kehidupan keluarga, dan masyarakat, karena akan ada wanita/pria yang ditinggalkan, anak-anak yang terlantar, dan penyebaran AIDS dimasyarakat. Nafsu akan uang yang serakah, merupakan akar kejahatan. Orang menjadi gila harta dan kedudukan tanpa memikirkan cara mendapatkannya, dengan uang yang berlebih orang dapat membeli wanita, dan bahkan membunuh orang.
Nafsu menguasai manusia sejak manusia jatuh dalam dosa, sampai saat ini jika kita melihat kehidupan sehari-hari dimana banyak terjadi tindakan kriminal, berbagai jenis penyakit, kehidupan kawin-cerai, dan korupsi merajarela, merupakan tanda bahwa manusia telah diperhamba oleh nafsunya. Nafsu yang berlebih merupakan perangkap iblis terhadap manusia, sejak semula iblis menginginkan kerusakan dan kejatuhan manusia. Hawa dibangkitkan keinginannya oleh iblis agar menjadi seperti Tuhan dengan memakan buah larangan. Daud dibangkitkan nafsu sexnya oleh iblis ketika melihat wanita telanjang yang bukan istrinya. Nafsu yang berlebihan merupakan jerat iblis yang harus diwaspadai.
Karena keberadaan manusia yang berdosa dan lemah, manusia tidak dapat mengalahkan nafsunya, ia tidak dapat mengendalikan nafsunya, yang ada adalah pemanjaan nafsu. Sudah berharta cukup, manusia ingin memliki harta yang lebih, nafsunya membangkitkan sifat serakah. Sudah memiliki istri, ingin wanita yang lain, nafsunya mengumbar sex yang taktertahan. Sudah tahu makanan yang sehat untuk tubuh, masih saja memakan makanan yang lezat dan berlemak tinggi karena merasa mampu melakukannya. Nafsunya memanjakan kelezatan makanan sepanjang tenggorokannya yang akan menimbun penyakit dihari tua.
Keutamaan manusia terletak dalam pengendalian nafsunya.Raja Solaiman berkata:"Mereka yang dapat mengendalikan nafsunya, lebih besar dari seorang pahlawan". Seorang pahlawan atau orang yang terkenal karena melakukan hal hal yang besar belum tentu dapat mengendalikan nafsunya. Penyakit Aids menandakan pelepasan nafsu sex yang tak tertahan, Peperangan memanjakan nafsu kekuasaan dengan membunuh banyak orang. Korupsi dimana-mana, menandakan nafsu uang yang tidak terkendali. Dan bila kita pergi ke rumah sakit, banyak yang masuk rumah sakit karena tidak dapat menahan selera makannya mengakibatkan diabetes, jantung, stroke, kanker.
Dapatkah manusia menguasai nafsunya ? jawabanya terletak dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. Sepanjang manusia menyerahkan keinginanya kepada Tuhan, maka manusia akan melahirkan perbuatan-perbuatan Roh, bukan perbuatan-perbuatanya sendiri. Roh senantiasa melahirkan perbuatan-perbuatan yang baik, sabar, mengasihi, damai, sejahtera, yang merupakan sifat-sifat Roh, dan bukan sifat-sifat manusia. Roh akan mengendalikan nafsu kita, bukan iblis, Roh yang akan menunjukkan keinginan yang baik untuk kita lakukan, bukan keinginan yang tak terkendali. Keinginan-keinginan manusia senantiasa melahirkan nafsu-nafsu yang tidak terkendali yang akhirnya merusak. Keinginan-keinginan Roh melahirkan nafsu-nafsu yang membahagiakan manusia

Pengendalian Nafsu


Pengendalian Nafsu

Diposkan oleh Haryo Bagus Handoko
http://cahayamuslim.blogspot.com/2007/07/pengendalian-nafsu.html


Rasa kekecewaan dan kebahagiaan hidup bersumber dari jenis-jenis nafsu yang bersarang dalam diri pribadi masing-masing. Untuk memperoleh kebahagiaan hakiki, manusia harus mampu mengendalikan hawa nafsu jeleknya.
Manusia sering diliputi keresahan, karena keinginan tidak terpenuhi. Pelbagai keinginan muncul karena dorongan kuat aneka nafsu yang melingkupinya. Jika keinginan tidak terpenuhi, timbul rasa gelisah alias tidak tenteram.
Ketenangan adalah kebutuhan hidup manusiawi yang didambakan semua insan. Ketenangan hakiki akan diperoleh seseorang jika ia mampu menaklukkan hawa nafsu dalam dirinya.
Dalam bahasa Arab ketenangan adalah sakinah dan thumaninah, dengan makna yang agak berbeda. Dalam kitabnya, Madarijus Salikin, Ibnu Qayim Al Jauziyah mengatakan :
"Asal kata sakinah ialah thumaninah, yaitu tenang, tetap dan tentram yang Allah turunkan keadaan semacam ini dalam hati hambaNya ketika merasa gelisah karena sangat takut...Maka ia menjadi tidak bingung, tidak bimbang dan tidak ragu setelah itu karena sesuatu yang datang kepadanya dan wajib baginya menambah imannya, keyakinannya dan ketetapan hatinya."
Suasana tenang dapat disebabkan oleh faktor keadaan jiwa dan diri individu sendiri. Oleh karena itu tidak heran jika dalam upaya memenuhi salah satu kebutuhan hidupnya manusia memerlukan benda. Tidak heran juga kalau dikatakan harta benda merupakan salah satu sarana untuk memperoleh ketenangan.
Tapi harta tidak menjamin sepenuhnya memberi rasa tenang, sehingga sering orang punya banyak harta tapi hidupnya diliputi kegelisahan. Bahkan karena banyak harta, orang rusak jasmani dan karena berfoya-foya.
Ketenangan sebenarnya bersifat kejiwaan. Dan harta hanya sarana memperoleh ketenangan itu. Dalam hubungan ini Dr. Hamzah Yakub mengatakan, diantara kenikmatan, ketenangan dan kebahagiaan, ada yang diperoleh karena sikap dan aktivitas batin yang telah menjadi watak dan pribadi seseorang. Misalnya syukur, ikhlas, ridha dan sebagainya. Ada pula yang diperoleh karena perjuangan dan kerja keras misalnya, sabar dan mujahadah melawan hawa nafsu. Serta ada pula yang diperoleh karena melaksanakan prinsip-prinsip akhlak yang diajarkan Rasul SAW dalam hubungan sesama manusia. Dan ada kenikmatan spritual yang diperoleh dalam beribadah seperti, menghayati puasa, khusyu' dalam shalat, dzikir, doa dan istighfar.
Paparan di atas menunjukkan, ketenangan dapat diperoleh dengan bersikap dan aktivitas batin yang baik. Kebahagiaan yang sama dapat diraih pula oleh orang yang berhasil melawan ajakan nafsu yang buruk. Juga dapat dirasakan oleh orang yang baik akhlaknya dan ibadahnya. Orang yang berhasil dalam berjihad melawan nafsu dengan kendali ajaran Allah dan RasulNya, akan hidup tenang dan membawa ketenangan pula kepada lingkungan sosialnya. Karena ia telah memiliki sikap mental yang baik dan suci, berakhlak baik dan mulia serta berhasil baik dalam melakukan dan menghayati tugas ibadah yang diwajibkan kepadanya. Sebaliknya, orang yang terus mengikuti hawa nafsunya akan banyak merasa gelisah. Terkadang menimbulkan bencana bagi dirinya dan orang lain. Orang yang bertakwa kepada Allah akan tetap tenang dalam kebenarannya baik ketika senang maupun sedih. Sekalipun mengalami kegagalan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, ia tidak mengadakan reaksi agresif dan membabi buta, tetapi tetap memberikan reaksi positif, sabar menanti dan rela menerima cobaan dari Allah dan tawakal kepadaNya. Suasana tenang pada diri Mukmin dinyatakan Allah dalam surat Al Ra'du ayat 28-29 : "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram dan tenang. Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik."
Dengan modal iman kepada Allah dan selalu mengingatNya, dimana dan dalam keadaan manapun ia berada, orang akan dapat merasakan ketenangan hakiki. Di akhirat ia akan mendapatkan kebahagiaan dan tempat yang baik sebagai balasan dari Allah atas iman dan amal shalehnya.
Orang mukmin dan takwa yang tetap beramal shaleh dan tidak menuruti kehendak nafsunya, hingga di pintu matinya pun tetap tenang karena amal shaleh yang dikerjakan saat hidupnya membekali dan membuatnya siap menghadapi saat krisis itu.
Karena nafsu mengajak kepada yang jahat, maka perlu ditundukkan. Menundukkannya dinilai sebagai jihad besar. Jihadun nafsi berarti mencurahkan segala usaha, kekuatan dan kemampuan yang penuh kesungguhan dalam memerangi musuh yang ada dalam diri, yaitu kecenderungan yang disebabkan oleh dorongan nafsu yang hendak menjerumuskan manusia. Menangkal godaan setan dan ajakan nafsu tercela sama-sama dipandang sebagai jihad besar. Tetapi jihadun nafsu bisa dipandang lebih baesar dan lebih sulit.
Selain syahwat jasmani seperti keinginan kepada makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan sebagainya yang menjadi obyek nafsu amarah, juga keinginan yang bersifat maknawiyah (psikis dan sosial) seperti perasaan ingin dipuji, mencintai kedudukan, pangka dan status sosial lebih tinggi.
Nafsu amarah dapat membawa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tujuan untuk menandingi lawan dan mencapai status sosial yang lebih tinggi. Jika seorang atau suatu bangsa yang maju ilmu dan teknologinya telah dikuasai oleh nafsu amarah, maka hasil kemajuannya itu akan dijadikan alat untuk kemaslahatan umat manusia. Dalam kitab Al Risalat Al Qusyairiyah, Al Qusyairi mengatakan, nafsu amarah adalah yang mendorong kepada kehancuran, membantu musuh manusia (setan) dan memiliki banyak keburukan.
Keinginan nafsu-nafsu dalam diri manusia, seperti diterangkan para ulama, mempunyai faedah. Misalnya dorongan nafsu seks berfaedah untuk melangsungkan keturunan manusia. Selain itu, menurut Ibnu Qudamah nafsu seks juga berfaedah agar manusia dapat merasakan sebagian kenikmatan akhirat. Supaya besar kerinduannya untuk menikmatinya kembali kelak di akhirat.
Tetapi nafsu seks berupa rangsangan erotik juga menyebabkan terjadinya malapetaka besar jika tidak terkendali. Ia berfaedah ketika tersalur secara benar. Nafsu lawamah sebenarnya nafsu yang baik. Namun tingkatannya berada di bawah nafsu muthmainah. Nafsu ini sering terkalahkan oleh sifat loba, rakus dan sebagainya sehingga menjadi nafsu yang tercela pula.
Dunia materi adalah obyek nafsu lawamah, karena harta benda dapat memenuhi kebutuhan jasmaniah manusia. Nafsu lawamah dapat mendorong orang mencari harta dan harta adalah sesuatu yang dapat membawa kemajuan. Karena orientasinya kepada harta, maka seseorang yang dikuasai oleh nafsu lawamah pandangan hidupnya bersifat materialistik dan mementingkan lahiriyah. Karena keserakahannya, ia tidak pernah puas. Kalau nafsu lawamah ada pada orang kaya, ia tidak mau bersyukur, tidak mau memberi sedekah dan sebagainya. Dan jika ada pada orang miskin, maka orang itu tidak punya kesabaran bahkan cemburu, iri hati dan sebagainya yang dapat menyebabkan ketegangan jiwa. Nafsu serakah juga dapat menyebabkan timbulnya rasa sangat mencintai harta (al hirshu) dan ketamakan. Dan karena sifat inilah maka orang bersifat materialistik dan egois.
Nafsu lawamah dinyatakan dalam surat al Qiyamah ayat 2, artinya: "Dan Aku Allah bersumpah dengan nafsu lawamah."
Nafsu muthmainah adalah nafsu yang tenang dan setia, membimbing manusia hidup berbakti kepada Allah. Jika nafsu ini berada pada orang kaya ia tidak akan tamak dan tidak rakus dengan kekayaannya. Tangannya selalu terulur memberi pertolongan kepada siapa saja. Orang yang bernafsu muthmainah hatinya lunak menerima ajaran Allah dan ibadahnya bertambah-tambah. Bilamana mendapat ujian yang tidak menyenangkan, ia akan menerimanya dengan sabar dan tenang. Dia juga tidak mau hidup senang sendirian dan melupakan masyarakat sekelilingnya yang perlu ditolong. Amal sosialnya banyak, rendah hati dan sebagainya.
Nafsu yang bukan tercela adalah nafsu yang tunduk kepada kehendak Allah. Bukan yang senantiasa mengikuti kehendak nafsu sendiri. Oleh karena itu, menurut Islam nafsu harus dikendalikan menurut cara yang wajar dan benar. Bukan dimatikan atau dilampiaskan sesuka hati. Firman Allah, surat An Nazi'at ayat 40-41 : "Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.

Pernikahan adalah Seperti Sekolah


Dokter Sudarmono 24 Februari jam 9:05 BalasLaporkan
Pernikahan adalah seperti Sekolah


Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuhperhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, "HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia! menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untukmemberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanyabertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu".
............................

Ini untuk : yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah dan yang sedang mencari, khususnya yang sedang mencari.




J I K A ........

Jika kamu memancing ikan.....Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu.....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja.... Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang.... Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja......
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat.....


Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh......cukuplah sekadar keperluanmu.......
Apabila sekali ia retak......tentu sukar untuk kamu menambalnya semula......
Akhirnya ia dibuang......

Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.....

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya.....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa.....
Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.....akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya.....

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi.....yang pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain....
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.
kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan....yang membawa kebaikan kepada dirimu.
Menyayangimu. Mengasihimu.

Mengapa kamu berlengah, coba bandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan.

Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang lain kamu juga akan menyesal.


============================================
Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 1. Hal. 165-168. ISBN 978-6028-686-402.

Info buku, silakan klik link (tautan) di bawah ini:

http://www.facebook.com/pages/Mutiara-Kalbu-Sebening-Embun-Pagi/116810518359465
……………………………………………………………………………………………….…
Apabila Bp./ Ibu/ Sdr berminat pesan & dikirimi buku ” Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi” (MKSEP) tersebut, mohon ketik nama , alamat lengkap pengiriman, kode pos, no telp/ hp dan volume buku yg dipesan, selanjutnya balas inbox ini atau sms ke 081392911111. (Harga buku Rp 40.000 + biaya pos/ kirim)
============================================

Sholat Sunah mutlak


Shalat Sunah Mutlak

Shalat mutlak adalah shalat sunnah yang boleh dikerjakan pada waktu kapan saja, kecuali pada waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat sunah dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas. Niat shalat mutlak tidak terikat dengan niat tertentu selain ikhlas hanya karena ibadah kepada Allah SWT. Shalat sunah mutlak dikerjakan tiap-tiap dua raka’at dengan satu kali salam.
Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat sunah adalah:
1. Waktu matahari sedang terbit hingga naik setombak/lembing.
2. Ketika matahari berada tepat di puncak ketinggiannya hingga tergelincirnya, kecuali pada hari Jumat ketika orang masuk masjid untuk mengerjakan shalat tahiyyatul-masjid.
3. Sesudah shalat asar sampai terbenam matahari.
4. Sesudah shalat subuh hingga terbit matahari agak tinggi.
5. Ketika matahari sedang terbenam sampai sempurna terbenamnya.
Lafadz niatnya bisa seperti berikut ini : “Aku niat shalat sunah 2 rakaat karena Allah SWT”

Cinta Kasih dan Welas Asih


Cinta Kasih dan Welas Asih(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 6 -  Wisnu Prakasa")
"Cinta Kasih" dan "Welas Asih" adalah dua landasan dasar yang penting dalam pembinaan spiritual yang selalu diutamakan oleh Bunda Mulia dan para mahluk suci lainnya.
Cinta Kasih’ merupakan kemampuan untuk memberikan kebahagiaan kepada mahluk hidup.
Welas Asih’ merupakan kemampuan untuk membebaskan segala penderitaan mahluk hidup.
Dengan ‘Cinta Kasih’ dan "Welas Asih’ yang tanpa batas, Bunda Mulia selalu mengutus para Bodhisatva dan mahluk suci untuk membantu mahluk lainnya. Sehingga seluruh Bodhisatva dan para mahluk suci selalu memberikan kebahagiaan, dan membebaskan para mahluk dari segala pendertiaan.
Demikian pula bagi para pembina "Kesadaran Sejati" dan "Roh Sejati", selalu menjunjung tinggi "Cinta Kasih" dan "Welas Asih" sebagai landasaran dasar pembinaan kehidupan spiritualnya. Tanpa "Cinta Kasih" dan "Welas Asih", segala pembinaan kehidupan spiritualnya hanya akan menjadi hampa didalam kegelapan pikiran.
"Cinta Kasih" dan "Welas Asih" bagaikan cahaya lampu yang menerangi kegelapan malam, sehingga kesadaran sejati para pembina kehidupan spiritual selalu terang dan jernih terbebaskan dari kegelapan pikiran. Bilamana kesadaran sejati selalu terang dan jernih, maka jalan menuju jalan Pencapaian Agung akan tampak terbentang didepan.

Demikianlah
(dikutip dari buku "
Kisah-Kasih SpiritualBagian 16 -  Wisnu Prakasa")
Demikianlah alamiah dari Kebenaran Ajaran Dharma,
yang hanya dapat dilihat oleh mereka yang membina Ajaran Dharma.
Demikianlah alamiah dari Berkah Ajaran Dharma,
yang hanya dapat dirasakan oleh mereka yang membina Ajaran Dharma.
Demikianlah alamiah dari Pemahaman Ajaran Dharma,
yang hanya dapat dipahami oleh mereka yang membina Ajaran Dharma.
Demikianlah alamiah dari Pencapaian Ajaran Dharma,
yang hanya dapat dicapai oleh mereka yang membina Ajaran Dharma.


Dharmapala adalah pelindung


Dharmapala Adalah Pelindung(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual -  Wisnu Prakasa")
Bagi Dharmapala adalah suatu yang sangat mudah
            untuk melenyapkan 1000 Setan Mara dalam sekejab.
Tetapi tidak ada artinya bila (dharmapala) diri sendiri,
            masih belum sanggup melenyapkan 1 amarah yang timbul.
Puja Bhakti Dharmapala setiap hari merupakan hal yang cukup penting dalam tahap pembinaan spiritual, sehingga segala halangan yang timbul dalam pembinaan dapat di perkecil dan dihindari semaksimal mungkin.
Tetapi sangat disayangkan, banyak umat yang terjerat pada intisari dari Puja Bhakti Dharmapala. Dimana banyak umat yang melakukan pembinaan Puja Bhakti Dharmapala, hanya sebatas untuk menjaga dan melindungi diri dan kekayaannya dari segala gangguan dan halangan. Akhirnya mereka akan cenderung menjadikan Dharmapala sebagai body-guard duniawi, dimana mereka sanggup melakukan puja dan melakukan persembahan setiap hari,  dilain pihak mereka juga menuntut kewajiban dharmapala untuk melindungi diri dan hartanya.
Banyak umat yang datang kepada saya, untuk memohon berbagai macam Puja & Mantra Dharmapala. Tetapi sangat disayangkan bahwa sebagian kecil saja yang dapat saya penuhi permintaan mereka. Hal ini bukan karena saya pelit dalam membagi ajaran, tetapi sebenarnya karma saya sendiri yang tidak mampu memberikan kepada para umat hanya karena alasan yang demikian.
Untuk ini saya kembali mengingatkan kepada para umat, yang memang berniat melakukan hubungan spiritual dengan Dharmapala, untuk dapat memahami dengan sebenarnya bahwa tujuan utama menjalin hubungan spiritual dengan dharmapala adalah untuk menjadikan diri sendiri sebagai Dharmapala itu sendiri, yang akan melindungi diri dari rasa malas, kebodohan, iri hati, kesombongan, kebanggaan diri, amarah, dsb.
Dengan demikian, Puja Bakhti Dharmapala menjadi pelengkap yang sangat penting dalam pembinaan Dharma Mulia untuk mencapai Pencapaian Agung.

Cara Pengajaran
(dikutip dari buku "
Kisah-Kasih Spiritual -  Wisnu Prakasa")

Seorang guru besar atau master selalu berusaha untuk membantu para mahluk agar jalan Pencapaian Kesempurnaan Sejati menjadi lebih mudah dan mulus. Semakin banyak karma buruk yang diperbuat oleh para mahluk, maka semakin besar rintangan yang akan dihadapinya dalam menuju jalan pencapaian Kesempurnaan Sejati. Rintangan penghalang yang timbul dapat berawal dari dalam diri, dari luar, maupun yang timbul secara rahasia.

Rintangan yang berawal dari dalam diri misalnya timbulnya rasa keraguan akan ajaran Dharma, kemalasan, sombong, kurangnya iman dan keyakinan dalam diri, dsb.

Rintangan yang berawal dari luar misalnya penyakit yang menimpa diri kita, dibawah pengaruh obat dan minuman yang melemahkan kesadaran, dsb, masalah keduniawian yang kurang mendukung sehingga waktu untuk memperdalam Dharma jauh berkurang, dsb.

Rintangan yang berawal secara rahasia misalnya kesulitan mendapatkan guru Dharma, dilahirkan pada tempat dimana ajaran Dharma sulit didapat, kurangnya pelindung Dharma yang membantu, dsb.

Banyaknya rintangan yang timbul, maka para master (dan juga para Bodhisatva) akan berusaha terus untuk membantu para mahluk agar terbebaskan dari segala macan rintangan atau paling tidak meringankan dampak negatif dari rintangan yang timbul.

Ada master yang menolong sesama dengan ajarannya, agar para umat mempunyai pengetahuan yang lebih dalam tentang iman dan keyakinan. Dengan cara mengajarkan Ajaran Dharma kepada para umat, seorang master dapat mencegah dan mengurangi perbuatan buruk para umatnya menjadi perbuatan yang baik.

Master yang mempunyai kelebihan spiritual akan menggunakan kekuatan spiritualnya untuk menolong para umat, agar para umat dapat memahami lebih dalam keyakinan dan kepercayaannya. Dengan kekuatan Spiritual, seorang master dapat mecegah kondisi buruk, ataupun merubah situasi buruk mejadi situasi yang lebih baik. Dengan demikian para umat dapat memahami manfaat ajaran Dharma dalam kehidupuannya sehari-hari.

Uang Perpanjang Hidup


Hidup mencari uang,
    Uang Perpanjang Hidup
          (dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual -  Wisnu Prakasa")
Awalnya hidup untuk mencari uang,
        Kemudian uang untuk memperpanjang kehidupan.

Bersyukurlah mereka memiliki karma baik demikian,
        Karena sedikit sekali mahluk yang memiliki kesempatan ini.
 
Di zaman sekarang, Selama lebih dari separuh hidupnya, manusia terus berusaha dan bekerja dengan giat mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Secara tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, beberapa orang berhasil mengumpulkan uang yang lebih dari cukup, tetapi sangat banyak orang yang hanya hidup berkecukupan saja. Dan ada pula yang kurang beruntung, sehingga hidupnya dicukup-cukupin sebisanya. Semua ini kembali kepada karma masing-setiap orang.
Waktu terus berjalan tanpa henti, tetapi tubuh kita semakin rapuh dan lemah bersamaan dengan usia yang semakin bertambah. Akhirnya, mulai timbul berbagai macam penyakit yang terus melemahkan tubuh ini. Walau tubuh akan semakin rapuh dan lemah, tetapi manusia harus dapat berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan tubuhnya agar lebih baik lagi.
Bagi mereka yang memiliki karma baik, sehingga berhasil memiliki uang yang lebih dari cukup. Akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk dapat menggunakan uang lebihnya dalam mempertahankan tubuhnya dari penyakit yang terus memperlemah tubuhnya. Dimana, mereka yang memiliki uang lebih, akan memiliki kesempatan lebih baik sehingga dapat memilih dokter dan rumah sakit yang terbaik, bahkan mereka dapat membeli fasilitas teknology dan ilmu kedokteran yang termodern sekalipun.
Dengan demikian, memiliki karma baik sehingga dapat lebih mudah dalam mendapatkan uang yang lebih adalah suatu berkah yang sangat luar biasa. Sehingga uangnya dapat digunakan untuk memperpanjang kehidupannya. Dengan memiliki kehidupan yang lebih baik dan panjang, maka sebenarnya mereka memiliki waktu yang lebih banyak dan panjang untuk membina diri. Dengan memiliki waktu yang lebih banyak dan panjang dalam membina diri, maka pembinaan spirtualnya akan lebih baik lagi.
 
Tidak banyak mahluk yang memiliki karma baik,
    untuk dapat dipermudah dalam mengumpulkan uang.
Tidak banyak mahluk yang memiliki karma baik,
    untuk dapat memiliki kehidupan yang panjang.
Dan sangat sedikit sekali mahluk yang memiliki karma baik,
    untuk dapat memiliki uang berlimpah dan kehidupan panjang.
Untuk itu, Bersyukurlah para mahluk yang memiliki karma baik,
     sehingga berhasil memiliki uang yang lebih,
     dan bermanfaat untuk memperpanjang kehidupannya.

                                                ( Jogya, 3rd day of Waisak 2549 )

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —