Dharmapala Adalah Pelindung(dikutip
dari buku "Kisah-Kasih
Spiritual - Wisnu Prakasa")
Bagi Dharmapala adalah suatu yang
sangat mudah
untuk melenyapkan 1000 Setan Mara dalam sekejab.
Tetapi tidak ada artinya bila
(dharmapala) diri sendiri,
masih belum sanggup melenyapkan 1 amarah yang timbul.
Puja Bhakti Dharmapala setiap hari merupakan hal yang cukup
penting dalam tahap pembinaan spiritual, sehingga segala halangan
yang timbul dalam pembinaan dapat di perkecil dan dihindari
semaksimal mungkin.
Tetapi sangat disayangkan, banyak umat yang terjerat pada intisari
dari Puja Bhakti Dharmapala. Dimana banyak umat yang melakukan
pembinaan Puja Bhakti Dharmapala, hanya sebatas untuk menjaga dan
melindungi diri dan kekayaannya dari segala gangguan dan halangan.
Akhirnya mereka akan cenderung menjadikan Dharmapala sebagai
body-guard duniawi, dimana mereka sanggup melakukan puja dan
melakukan persembahan setiap hari, dilain pihak mereka juga
menuntut kewajiban dharmapala untuk melindungi diri dan hartanya.
Banyak umat yang datang kepada saya, untuk memohon berbagai macam
Puja & Mantra Dharmapala. Tetapi sangat disayangkan bahwa
sebagian kecil saja yang dapat saya penuhi permintaan mereka. Hal ini
bukan karena saya pelit dalam membagi ajaran, tetapi sebenarnya karma
saya sendiri yang tidak mampu memberikan kepada para umat hanya
karena alasan yang demikian.
Untuk ini saya kembali mengingatkan kepada para umat, yang memang
berniat melakukan hubungan spiritual dengan Dharmapala, untuk dapat
memahami dengan sebenarnya bahwa tujuan utama menjalin hubungan
spiritual dengan dharmapala adalah untuk menjadikan diri sendiri
sebagai Dharmapala itu sendiri, yang akan melindungi diri dari rasa
malas, kebodohan, iri hati, kesombongan, kebanggaan diri, amarah,
dsb.
Dengan demikian, Puja Bakhti Dharmapala menjadi pelengkap yang
sangat penting dalam pembinaan Dharma Mulia untuk mencapai Pencapaian
Agung.
Cara Pengajaran
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
Spiritual - Wisnu Prakasa")
Seorang guru besar atau master selalu berusaha untuk membantu
para mahluk agar jalan Pencapaian Kesempurnaan Sejati menjadi lebih
mudah dan mulus. Semakin banyak karma buruk yang diperbuat oleh para
mahluk, maka semakin besar rintangan yang akan dihadapinya dalam
menuju jalan pencapaian Kesempurnaan Sejati. Rintangan penghalang
yang timbul dapat berawal dari dalam diri, dari luar, maupun yang
timbul secara rahasia.
Rintangan yang berawal dari dalam diri
misalnya timbulnya rasa keraguan akan ajaran Dharma, kemalasan,
sombong, kurangnya iman dan keyakinan dalam diri, dsb.
Rintangan
yang berawal dari luar misalnya penyakit yang menimpa diri kita,
dibawah pengaruh obat dan minuman yang melemahkan kesadaran, dsb,
masalah keduniawian yang kurang mendukung sehingga waktu untuk
memperdalam Dharma jauh berkurang, dsb.
Rintangan yang berawal
secara rahasia misalnya kesulitan mendapatkan guru Dharma, dilahirkan
pada tempat dimana ajaran Dharma sulit didapat, kurangnya pelindung
Dharma yang membantu, dsb.
Banyaknya rintangan yang timbul,
maka para master (dan juga para Bodhisatva) akan berusaha terus untuk
membantu para mahluk agar terbebaskan dari segala macan rintangan
atau paling tidak meringankan dampak negatif dari rintangan yang
timbul.
Ada master yang menolong sesama dengan ajarannya, agar
para umat mempunyai pengetahuan yang lebih dalam tentang iman dan
keyakinan. Dengan cara mengajarkan Ajaran Dharma kepada para umat,
seorang master dapat mencegah dan mengurangi perbuatan buruk para
umatnya menjadi perbuatan yang baik.
Master yang mempunyai
kelebihan spiritual akan menggunakan kekuatan spiritualnya untuk
menolong para umat, agar para umat dapat memahami lebih dalam
keyakinan dan kepercayaannya. Dengan kekuatan Spiritual, seorang
master dapat mecegah kondisi buruk, ataupun merubah situasi buruk
mejadi situasi yang lebih baik. Dengan demikian para umat dapat
memahami manfaat ajaran Dharma dalam kehidupuannya sehari-hari.